Pelemahan rupiah ke Rp17.500/USD menekan sektor manufaktur, terutama yang bergantung pada bahan baku impor, memicu kenaikan biaya produksi dan risiko perlambatan. Post navigation Ketua MPR: Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar akan Diulang IHSG Pekan Ini Anjlok 3,53 Persen ke Level 6.723